CAKRA NUSANTARA ONLINE "Mengusung Fakta Tanpa Rekayasa" (Kirimkan berita anda melalui : e-mail : cakranusantara84@yahoo.co.id)

H. DEDI CHARDIMAN DALAM BINTEK ADAKAN PENYULUHAN HUKUM PERTANAHAN

SUKABUMI CN,-  H. Dedi Chardiman Kepala BPMPD Kabupaten Sukabumi turut serta sebagai narasumber dan membuka bintek dengan lebih mengarahkan kepemimpinan kades harus kapabel, yang di kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di Hotel Pondok Asri Jalan Selabintana dengan pesertanya para kades pekan lalu.
Kepala BPMPD Kabupaten Sukabumi H. Dedi Chardiman membuka kegiatan bintek dalam rangka kegiatan peningkatan kapasitas kades se-Kabupaten Sukabumi. Ia dalam pidatonya cukup tegas dan lebih mengarah pada kepemimpinan kades yang amanah, jujur, kapabel, akuntabel, dan bertanggung jawab. Dimana diantaranya adalah memberikan dampak terwujudnya pemerintah desa dan masyarakatnya yang lebih maju, adil, sejahtera, proporsional, dan demokrasi. Kemudian mengenai jabatan kepala desa hari ini cukup strategis, beliau itu sebagai pengelola keuangan desa dan saya pikir tujuannya dari kegiatan bintek ini adalah untuk meningkatkan kapasitas. Selanjutnya bahwa dalam konteks bintek ini setelah pembelajaran mereka ada kunjungan lapangan, ada sekolah lapangan, dan insya Allah mereka bersepakat setelah pendidikan ini, mereka akan berkunjung ke salah satu desa yang berhasil, cuma lokasinya di Bali. Yah ada peribahasa “jangan sampai jago kandang, lebih baik ningali ka tempat batur sepanjang anggaran memungkinkan”. Dari pemerintah daerah itu sendiri tentunya memberikan rekomendasi dan tentu jika berkunjung harus ada tujuan, pendidikan kita lebih ditujukan kepada pengelolaan keuangan dari mulai perencanaan, pengelolaan, pertanggungjawaban dan laporan. Artinya kalau empat angkatan ini akan datang ke satu koren yang ada di Bali, akhirnya empat angkatan tersebut akan digabung di sana. Kemudian hasil daripada komunikasi pemerintah setempat waktu kegiatan di Bali selama tiga hari dan tentu insya Allah pemerintahan desa tidak terhenti karena ada sekdes, yang bisa mewakili kepala desa jika kepala desa berhalangan. Kemudian untuk anggaran murni dari APBDes mereka, tetapi kalau dari pemerintah daerah mungkin lebih mengarah kepada substansi, untuk bimbingan teknis, kalau kepala desa lebih mengarah kepada kebijakan desa dan kalau dari pemda lebih mengarah kepada penganggaran teknis. H. Dedi Chardiman menambahkan, untuk berkunjung ke Bali tentu ada tata cara tentunya, acara penerimaan, tentu harus ada ketua rombongan dan kami sebagai OPD diminta menjadi pendamping rombongan (koren) dan untuk mendampingi kepala desa, jangan sampai memalukan orang Sukabumi ke sana tidak ada pemimpinnya. Kemudian untuk anggarannya, kami tidak paham karena anggarannya tersebut dari desa dan dikelola oleh Apdesi serta tentunya pasti setiap desa harus menyajikan laporan pertanggungjawaban kepada Apdesi. Untuk tahun kemarin ada dua angkatan yaitu ada yang ke Jogja dan ada yang ke Purwakarta. Kemudian tahun sekarang lebih terkonsentrasi ke Bali. Jadi sekarang ini para kepala desa merubah paradigmanya, bagaimana mereka cara bertindak? Cara berprilaku? Dan mudah-mudahan mereka dengan bintek serta melihat daerah yang lebih maju ada perubahan sikap guna memajukan masyarakat Kabupaten Sukabumi, tentu dalam pengelolaan administrasi, terutama anggaran belum sempurna dalam pengelolaannya. Kemudian konon katanya, hasil diskusi dengan para panitia, setelah satu untuk kunjungannya di Bali tersebut ada desa yang sudah mampu mengelola keuangan sampai 9 milyar, artinya mereka PAD besar dan dengan 9 milyar mereka enjoy mengelola uang sebesar itu. Sementara di kita belum mencapai 1 milyar pun susah maka dari itu seperti itulah harapan terbaiknya, pungkas H. Dedi Chardiman. **Ecep J.**
.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design By Miftah/Cakra Nusantara | Published By CAKRA NUSANRATA