CAKRA NUSANTARA ONLINE "Mengusung Fakta Tanpa Rekayasa" (Kirimkan berita anda melalui : e-mail : cakranusantara84@yahoo.co.id)

KEMENYAN DI BUKIT PONGKOR ( Oleh : Tubagus Roqy )


Hasil alam di Indonesia sangat beraneka ragam,dari mulai hasil hutan,hingga barang tambang berupa minyak,panas Bumi,bahan batu galian yang memiliki harga yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi.Tak lupa pula bahan galian emas,batu bara,alumunium,hingga pasir besi.Allah Subhanahu wataala telah menciptakan alam di Indonesia begitu banyak.Tentunya contoh di antas sangan mengundang beberapa investor luar Negeri dan pemodal pribumi dari negeri yang mendapat julukan sebagai Zamrud khatulistiwa ini.Pengalaman saya ketika berkunjung kesuatu wilayah di pedalamamn kabupaten Bogor,nampaknya memiliki perbedaan ,saya
melihat dari sisi penerapan tekhnologi antara perusahaan penambangan yang berbasis bisnis dan padat modal dengan pengelolaan penambangan emas tradisional di perbukitan gunung pongkor nampak nya penerapan tekhnologi canggih dengan peralatan computer sampai cara pengolahan menjadi bahan siap jual begitu cepat dan rapi sampai siap di pasarkan untuk di pasarkan diluar negeri maupun untuk di dalam negeri di Indonesia.mungkin karena keterbatasan sumber daya manusia,jelas tampak perbedaan  yang mencolok dengan penerapan pengolahan para penambang emas di sekitar gunung Pongkor tersebut cara cra mistis begitu kuat,mereka para pengolah emas di bukit pongkor yang begitu semangatnya mencari butir butir emas untuk kelangsungan hidupnya masih memakai alat mediator berupa kemenyan  sebagai mediator untuk menambah hasil dari kerja keras mereka.Hal ini sudah berjalan lama dan  ada sebagaian pra pengrajin emas tradisional sudah menjadi adat kebiasaan mereka,bahkan mereka rela mengeluarkan modal hingga puluhan juta rupiah.Kita akan merasa terhibur bagi mereka yang sudah memiliki tingkat kecerdasan secara ilmiah bahkan mungkin akan tertawa dengan senyum kecil di bibir dan hatinya.Dan pasti sebagian akan bertanya tanya apa hubungannya hasil bumi yang melimpah ruah,hanya tinggal langkah koordinasi yang manatap dan selanjutnya erat kaitannya dengan Tuhan yang Maha Pencipta Allah Subhanahuwtaala,kita sebagai hambaNya dan sebagai holifatulloh di Bumi, maka sudah seharusnya hanya tinggal memperbanyak rasa bersyukur kita kepadaNya .Kalau kita cermati dan kita dalami isi kandungan Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah SWT,sebagai petunjuk kehidupan Manusia di Bumi dan rangkuman dari seluruh kitab kitab suci yang di berikan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril,disitu telah di tegaskan bahwa Manusia dan Jin di ciptakan oleh Allah SWT hanya untuk beribadah kepadaNYa semata.Jadi tidak di istimewakan untuk hal hal tertentu maka inilah yang harus kita tanamkan  kepada saudara saudari kita di seluruh muka Bumi ini ,Al-Qur’an itu merupakan petunjuk bagi Manusia di seluruh muka Bumi.Tulisan saya ini tidak bermaksud  ingin memojokan dan menyudutkan kepada saudara saudari saya ,yang telah lama menggunakan cara cra yang tidak masuk akal dan telah menjadi kebiasaan yang mungkin banyak di benarkan.Tapi saya bermaksud mengajak,meluruskan kembali pola fikir yang terlalu sederhana tersebut dan sangat merendahkan terhadap nilai nilai Manusia sebagai hamba Allah SWT.mudah mudahan saudara saudara kita dipedalaman bukit pongkor tersebut bisa memahami dan syukur alhamdulillah nanti bisa berubah dan memiliki semangat yang lebih tinggi untuk saling bermamfaat di dalam mengarungi kehidupan di Bumi yang sementara ini ,dan insya Allah kita akan sama sama menikmati surga yang telah dijanjikan Allah SWT di kehidupan akhirat kelak Aamiin ya Robal alamin,dan selanjutnya saya akan menjelaskan apa dan bagaimana besyukur itu? kita kembali sedikit tentang NINDSET atau pola pikir sodara-sodara kita di perbukitan Gunung Ponggor bahwa penggunaan sekaligus meyakin kan bahwa dengan menyan/kemenyan bisa menambah penghasilan dari pengolahan emas tradisional di sana. Itu jelas-jelas perilaku musyrik yang nyata. Hal tersebut nanti nya akan menghilangkan seluruh amal soleh kebaikan kita di akhirat kelak. Inilah yang saya ingat kan dan ingin saya jelas kan, bahwa sering terjadi bencana alam di bukit tersebut hal ini karena peringatan-peringatan dari Allah SWT sebagai pencipta dan penguasa tunggal alam semesta yang dahsyat ini. Mudah-mudahan dengan tulisan saya ini bisa menanbah pencerahan di bidang aqidah sodara-sodara kita di pebukitan yang jauh terpencil di pongkor dan di sekeliling nya, yang banyak mengandung bahan tambang emas tersebut untuk pembahsan yang ke dua saya akan menjelas kan secara lebih ringkas, mungkin sudah banyak sodara-sodari kita yang sudah mengetahui,bahkan jauh lebih lengkap dan lebih sempurna baik secara dialek atau pun pemaparanya secara detail dan ilmiah sebelum saya membahas lebih lanjut bagai mana manusia seharus nya pandai ber syukur kepada Allah SWT maka saya akan memberi gambaran sebagai studi banding dari pengalaman saya ketika saya ber kunjung ke negri sakura dan saya bisa ber tukar pendapat dengan teman dan sodara-sodara kita di jepang, maka saya membuat suatu kesimpulan dan kita harus juga mengambil pelajaran beberapa hal penting mengenai : 

1.Akal Manusia
                        Allah SWT memberikan akal kepada manusia untuk di gunakan yaitu manusia untuk ber pikir, belajar, juga agar dapat mengolah pemberian Allah SWT yang bertebaran di muka bumi ini selain untuk men syukirinya juga untuk kesejahteraan manusia itu sendiri kalau hidup kita sudah sejahtera maka beribadah kepada Allah akan semakin mantap dan nyaman orang jepang sangat pandai mem fungsikan akal nya dengan baik. Mereka rajin membaca buku-buku dan belajar mencari ilmu-ilmu.mereka sadar sekali bahwa dengan banyak ilmu lah maka mereka bisa mengolah pemberian Allah secara baik dan optimal, dengan kata lain orang yang tidak menggunakan akal nya dengan baik mereka juga tidak akan bisa mengolah pemberian Allah secara optimal. Semakin optimal akal seseorang di gunakan, makin tinggi derajat kesejah teraan  ke hidupan nya orang jepang sudah sangat pandai mensyukuri akal yang di berikan Allah SWT dengan tepat guna.
2.Waktu
                        Allah SWT memberikan waktu 24 jam per hari kepada manusia atau setiap orang, Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana dalam waktu 24 jam itu, ada orang yang bisa ber penghasilan 100 juta Rupiah dan ada pula yang tidak ber penghasilan sepeser pun. Ada ber macam-macam pendapatan produk tivitas sudah tentu banyak bergantung pada kerja keras,membanting tulang,rajin belajar mencari ilmu, harus ber do’a kepada Allah SWT. Orang jepang bisa hidup sejahtera, bisa menghilangkan kemiskinan dari bumi sakura,semuanya itu tidak lain daripada pandai nya mereka menggunakan pemberian-pemberian Allah SWT dengan baik, pandai menggunakan waktu yang terbatas dan pandai menggunakan akal untuk di gunakan banyak belajar,dengan ilmu yang memadai maka hasil-hasil bumi dan laut bisa diolah untuk kesejahteraan umat manusia bagi orang jepang waktu sangat ber harga, mereka selalu ber jalan cepat-cepat, tidak mau ber santai-santai dan memenuhi janji. Mereka juga rajin dan tekun dalam bekerja, sehingga waktu 24 jam mereka bisa memproduksi barang jauh lebih banyak dari negara-negara lainya. Mereka benar-benar “mensyukuri waktu” dengan baik sekali..Bersambung
.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design By Miftah/Cakra Nusantara | Published By CAKRA NUSANRATA