CAKRA NUSANTARA ONLINE "Mengusung Fakta Tanpa Rekayasa" (Kirimkan berita anda melalui : e-mail : cakranusantara84@yahoo.co.id)

Siraman Rohani

AQIDAH
PERTANYAAN :
            Di beberapa masyarakat islam, tersebar berbagai penyimpangan yang beragam. Di antaranya ada yang berkisar pada masalah kuburan, sumpah dan nazdar, yang ( tentu ) hukum berbagai pernyimpangan ini berbeda ( satu dengan yang lainnya ). Antara penyimpangan yang termasuk syirik besar yang bias mengeluarkan si pelaku dari agama  ( islam ) dan penyimpangan yang lebih ringan dari itu.
            Alangkah baik nya, sekira nya syeikh yang mulia dapat menjelaskan hukum – hukum masalah ini, kepada mereka, serta satu nasehat untuk segenap umat islam. Sebagai peringatan agar mereka tidak meremehkan dan memandang remeh terhadap penyimpangan – penyimpangan tersebut !
JAWAB :
Segala puji bagi allah, semoga allah senantiasa memberi shalawat dan salam kepada rassululah SAW, keluarga dan para shahabat beliau, serta orang – orang yang mengikuti petunjuk beliau.
Selanjutnya ,
            Sungguh banyak dari umat ini yang tidak mampu membedakan antara perkara – perkara yang disyari’kan, perkara – perkara syirik dan bid’ah di sekitar kuburan. Dan sungguh, banyak dari mereka yang terjerumus pada syirik besar, di sebabkan oleh kebodohan dan taqlid buta.
            Adalah merupakan kewajiban para ulama, dimanapun mereka berada, untuk menjelaskan pada umat ini tentang seluruh masalah agama. Terutama tantang hakekat tauhid dan syirik, sarana- sarananya dan bentuk – bentuk bid’ah yang (banyak) terjadi di tengah – tengah mereka, agar mereka bersikap waspada terhadap nya.
            ( Hal tersebut di atas ) di berdasarkan firman allah :
Tulisan arab
            Artinya :
            “dan ( ingatlah ), ketika allah mengambil dari orang – orang yang telah diberi kitab ( yaitu ) : hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikan.” ( Surah Ali ‘Imran: 187 )
            Dan allah berfirman ( di ayat lain ):
Tulisan arab
            Artinya :
            “Sesungguhnya orang – orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan – keterangan ( yang jelas ) dan ( berupa ) petunjuk, setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-kitab, mereka itu di laknati allah dan dilaknati ( pula ) oleh semua ( makhluk ) yang dapat melaknat. Kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan serta menerangkan ( kebenaran ), maka terhadap mereka itu aku menerima taubat dan akulah penerimaan taubat lgi maha penyayang.” ( Surah Al-Baqarah: 159 – 160 ).
            Nabi juga bersabda:
Tulisan arab
            Artinnya:
            “siapa yang mengajak pada kebaikan, maka ia (mendapatkan) seperti pahala orang yang mengerjakan.” (HR. Muslim dalam kitab shahihnya).
            Beliau, Alaihis shallatu wassalam, bersabda pula:
Tulisan arab
            Artinya:
            “barang siapa yang mengajak kepada hidayah (petunjuk) maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tak kurang satu apapun. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengikuti nya tak kurang sedikitpun.” (HR. Musim).
            Dan dalam “shahihain (bukhari muslim)” dari Mu’awiyah dari nabi, bahwasanya beliau besabda:
Tulisan arab
            “barang siapa yang di hendaki oleh allah untuk mendapatkan kebaikan, niscaya allah memberikan kepadanya pemahaman yang mendalam tentang agama (islam).”
            Sungguh banyak ayat dan hadis yang mengajak dan mengajutkan untuk menyebarkan ilmu, serta melarang sikap menyembunyikan ilmu.
            Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa ada beberapa kuburan, di berbagai Negara,yang menjadi tempat beragam bentuk ke syirikan dan bid’ah. Maka hal ini sangat penting mendapat perhatian, penjelasan dan peringatan.
            Termasuk di antaranya, permohonan kepada penghuni kuburan. Memohon pertolongan dari mereka, memohon kesembuhan bagi orang-orang sakit, memohon kemenangan terhadap musuh dan lain sebagaimana. Semua ini adalah syirik akbar yang berlaku pada masa jahiliyah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Hai manusia, sembahlah tuhan mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu sekalian bertaqwa.” (Surah Al-Baqarah: 21)
            Firman allah Ta’ala yang lain:
Tulisan arab
            Artinya:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Surah Adz-Dzariyaat: 56).
            Allah Ta’ala berfirman:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia.” (Surah Al-Isra’: 23).
            Maksudnya: (allah) memerintahkan dan mewasiatkan.
            Dan allah berfirman:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah allah dengan memurnikan keta’atan kepada-nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (surah al-bayyinah: 5).
            Ayat-ayat yang semakna dengan ini sangat banyak sekali.
            Ibadah sebagai tujuan penciptaan jin dan manusia, yang mereka diperintahkan untuk menegakkannya adalah (ibadah) mentauhidkan yang diperintahkan-nya seperti shalat, puasa, zakat, haji, sesembelihan, nadzar dan bentuk-bentuk ibadah lainnya. Sebagaimana firman allah yang maha suci:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Katakanlah: “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk allha, tuhan semesta alah. Tiada sekutu bagi-nya, dan demikian itulah yang dipertahankan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada allah).” (surah al-an’am: 162-163).
            “nusuk” adalah ibadah, di antaranya: sembelihan. Sebagaimana firman allah yang maha suci:
Tulisan arab
            Artinya:
            “sesungguhnya kami memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena tuhanmu dan berkorbanlah.” (surah al-kautsar: 1-2).
            Dan sabda nabi:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Allah melaknat orang yang menyembelih unutk selain allah.” (HR. muslim dari hadis amirul mukminin ali bin abi thalib).
            Dan allah yang maha suci berfirman:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan allah, maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) allah.” (surah al-jin: 18).
            Allah berfirman di ayat yang lain:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping allah, padahal tidak ada seuatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguh nya perhitungan di sisi tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak beruntung.” (surat al-mukminun: 117).
            Juga allah ta’ala berfirman dalam surah faathir:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Yang (berbuat) demikian itulah allah tuhanmu, kepunyaan nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu, dan kalau (sekiranya) mereka mendengar, mereka tidak dapat mengabulkan permintaanmu. Dan di hari kiamat kelak mereka akan mengikari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepada seperti apa yang di berikan oleh yang maha mengetahui (surah faathir: 13-14).
            Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat diatas, bahwasanya shalat dan menyembelih untuk selain allah, memohon kepada orang mati, berhala, pohon, dan bebatuan adalah termasuk syirik dan kufur terhadap allah!. Seluruh yang diseur selain allah, seperti nabi, malaikat, wali, jin, berhala dan yang lain-lainnya tidak bias mendatangkan manfaat dan madharat (bahaya) sedikit apa pun.
            Seruan atau do’a kepada selain allah yang maha suci, adalah syirik dan kufur. Dan telah di jelaskan oleh allah bahwa mereka tidak mendengar seruan/do’a orang yang meminta kepadanya. Dan kalaupun mereka mendengar, mereka tidak mampu menjawab seruan tersebut.
            Jadi, adalah suatu kewajiban bagi seluruh mukallafin (akil baligh), dari jenis jin dan manusia, untuk menjahuinya, menyuruhorang lain untuk menjauhinya dan menjelaskan kebantilannya, bahwa hal-hal tersebut bertentangan dengan apa yang di bawa oleh para rasul ‘alaimus shalatu wassalam, yaitu dakwah kepada tauhidullah,mengikhlaskan ibadah hanya untuk kepada-nya. Sebagaimana firman allah yang maha suci:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Dan sesungguahnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “sembahlah allah (saja) dan jauhilah thaghut itu.” (surah an-nahl: 36).
            Dan firman allah ta’ala yang lain:
Tulisan arab
            Artinya:
            “Dan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya (ajaran tauhid): “bahwasanya tidak ada tuhan (yang hak) melainkan aku, maka sembahlah aku.” (surah al-anbiya: 25).


            Rasulillah tinggal di mekah al-mukarramah selama tiga belas tahun, mengajak kepada allah, melarang umat manusia untuk berbuat syirik kepada-nya, menjelaskan kepada mereka kandungan/arti ‘Laa llaaha lllallah”.kemudian seruan beliau itu disambut baik oleh segolongan kecil dari mereka, dan golongan mayoritas menentang ajakan dan tidak mau menta’ati beliau. Lalu beliau hijrah ke madinah, menyebarkan da’wah di antara kaum muhajirin dan anshor, berjihad di jalan allah, mengirim surat kepada para raja dan para pemimpin (dunia saat itu). Menjelaskan kepada mereka dakwah beliau dan petunjuk yang beliau bawa, bersabar dan sangat sabar dalam (menegakkan) semua itu bersama para sahabat beliau. Sampai akhirnya Nampak (jaya)lah agama allah, mereka masuk islam secara berbondong-bondong, tersebarlah tauhid, hilanglah kesyirikan dari makkah dan madinah, serta dari jazirah arab seluruhnya, berkat perjuangan beliau dan para sahabatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design By Miftah/Cakra Nusantara | Published By CAKRA NUSANRATA