CAKRA NUSANTARA ONLINE "Mengusung Fakta Tanpa Rekayasa" (Kirimkan berita anda melalui : e-mail : cakranusantara84@yahoo.co.id)

Kesenian Sunda (DEBUS)

DEBUS BANTEN:
Debus,mungkin bagi penggemar seni olah tubuh sudah tidak asing mendengarnya,menurut saya, seni ini sangat mempunyai ciri khas tersendiri,betapa tidak,jika olah raga bela diri seperti kungfu yang berasal dari negeri tirai bambu china,yudo dan karate yang berasal dari negeri bunga sakura jepang,atau taekwondo yg telah mendunia juga yang asal muasalnya darinegeri gingseng Korea selatan,terus terang secara jujur apakah para sesepuh Negeri tetangganya turut juga soal asal muasal olahraga ini,saya tidak ingin membicarakan soal klaim mengklaim dll budaya dari Negeri
yang bersebelahan tersebut,yang memang kita sudahs ering mendengar pereseteruan kedua negei disemenanjung korea tersebut,he he he....biarlah selama masih ada badan Dunia yang bernama PBB tentunya tidak jadi masalah,maklumlah bila kita berandai andai itu dalam  keluarga kita,mungkin itu hanya saling bercanda antara adik dengan kakak nya.....he...he...he...yang kedua nih.....,biarlah mudah2an hal tersebut menjadi masa lalu bagi kita sebagai makhluk Tuhan dan memang masih sama sama memiliki hati dan rasa yang sama .......iyakan....??? diakhir penghujung tahun 2013 ini....kita sudah bosan mendengar keteganan antar nagara tetangga,pertumpahan darah akibat perang saudara di beberapa Negara,serta perlombaan senjata pembunuh massal antara Negara Negara yang merasa maju di segala bidang,termasuk maju dalam paralatan persnjataan berteknologi canggih sebagai alat pembunuh dan penghancur massal secara yang mengerikan............dahsyatnya otak manusia.....!!!
Kalau kita perhatikan secara penuh kesabaran bagaimana pertunjukkan seni ini berlangsung,tentunya kita akan bertanya tanya apakah proses penyajian lagak demontrasi "OLAH JIWA RAGA DAN RASA " ini,demikian bahasa yang lebih santun untuk seni ini yang penulis sedang mewacanakan dan mudah mudahan menjadi bahasan resmi untuk perbendaharaan bahasa khasanah budaya kita,seorang penulis sejarah di zaman kolonial Belanda yakni Professor Doktor Billatung Schmeyer van Roodjitz dalam buku ilmiahnya yang berjudul Padjadjaran vor merghen dar plast sotomeong gharringbrour dhat debus......buku tersebut terbitan tahun 1870 sehingga memperoleh gelar best seller sebagay buku yang terlaris,mungkin kalau dulu ada acara pendadaftaran guinnes of the book of record, saya yakin professor tersebut akak mendaftarkan bukub nya kedewan pemilihan buku buku mistyk terllaris di negeri kincir angin tersebut,dan bukunya pasti akan mendapatkan sertifikat resmi dari ratu yulaeha waktu itu,saya yakin......!!!   Pembaca ygang budiman,kalau saya bercerita assal muassal buku tersebut, sayajuga merasaterkagum kagum akan soal buku tersebut,betapa tidak, masalahnya kalau di Indonesia saja yangkatannya sedang gencargenarnya membangu dalamhal pendidikan sumber daya manusianya,sehingga Pemerintahannya menambah AnggaranPpndidikan ini,tapi kenapa masih banyak yang mengeluhkan soalbiaya biaya yang tidak jelas,mautidakmau tentunyajuga sangat berpengaruh terhada kondisi yang harmonis didalam banyak keluarga diIndonesia,ditabah lagi kenapa kok setiappergantian mentri sering juga dibarengi dengan PERUBAHAN kurikulum"PENDIDIKANNYA:"sehingga kalau kitaamati,kebetulan jugapenulis sering sebagai pengamat sukerela tentang sepak terjangdunia pendidikan kita,maka takmengherankan banyak darikertas kertas buku pelajran anak sekolah kita di Indonesia menjadi bungkus  untuk warung sebagai bumbu dapur,bungkus ikan asin,terasi dll,nah sayaketika jalan jalan dikota Sukabumi JawaBarat, dan saya menemukan sebuah gang kecil yang disitu tempatnya orang berjualan barang barang bekas dan antik.nama gang tersebut namanya gang lipur.dan sudah banyak orang tau nama gang tersebut..dalam buku yang sangat berharga tersebut Mr.Bill { nama kecylnya } menceriyakan perjalanannya waktu ditanah Jawa tahun1864, sesampainya dipelabuhan Sunda Kelapa,mungkin pembaca yang budiman belum tau nama tersebut sekarang Tanjung Priok,karena katanya sebelum merdeka ada ahli waris dari raja Ken Androk bernama Mbah Priuk,dia mengintruksikan kepada ABDI DALEM bagian pengukuran tanah, dan sekarang masih resmi dan syah.ketyka sesampainya ditanah jawa bagian barat dya melihat dan terkagum dalam satu wilaya perkampungan dia menyaksikan ada adega orang yang bisa menyemburkan api dari mulutnya.konon katanya lokomotip keretapun gisa diganyem,.....dan ditelan mentah mentah.......dia sampai terbengong bengong bahkan sampai terkencing kencing.....karena saking takutmya.Pembaca yang arif dan bijaksana.demikianlah cerita seni debus yang dikisahkan oleh Penulis asal negeri kincir angin tersebut  .......apabila pembaca mau meminjam buku tersebut dengan senang hati saya dapat meminjamkannya buku tersebut. Gdank Mr.........








.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design By Miftah/Cakra Nusantara | Published By CAKRA NUSANRATA